Ilmu silat uang
Apakah Anda mau naik gaji 3 kali lipat dengan cepat?
Apakah Anda mau meningkatkan keberhasilan usaha Anda 1000 bahkan 10.000 persen?
Apakah Anda ingin berpenghasilan tak terbatas?
Begitulah kira-kira berbagai bentuk iklan yang sering kita lihat tentang training keuangan. Iklan itu benar, dan sah-sah saja. Hanya saja iklan itu menggambarkan sebagian dari cara seseorang untuk meraih kebahagiaan finansial. Ikaln itu hanya berfokus pada bagaimana kita meningkatkan penghasilan.
Padahal untuk meraih bebas finansial diperlukan 3 ilmu sekaligus : ilmu mengendalikan uang, ilmu menghasilkan uang, dan ilmu menyimpan uang. Kalau dalam dunia persilatan, ada tiga ilmu yang utama : kuda-kuda, jurus pukulan dan tangkisan, dan tenaga dalam.
Kuda-kuda kendali diri
Kebanyakan orang dalam tujuan meraih kekayaan mengandalkan kenaikan penghasilan. Apakah cara ini dijamin berhasil? Tidak. Justru ilmu pertama yang perlu dikuasai adalah ilmu pengelolaan keuangan. Kalau dalam silat, inilah yang disebut ‘kuda-kuda’.
Semua perguruan silat saat pertama kali melatih anggota baru berfokus pada mengajarkan kuda-kuda. Percuma punya jurus pukulan sakti, percuma juga punya tenaga dalam yang hebat, selama kuda-kudanya lemah seseorang akan terpelating dan terluka oleh jurusnya sendiri.
Demikian pula dalam mengelola uang, yang pertama kali diajarkan haruslah ilmu mengelola uang sedemikian rupa sehingga berapapun uang yang Anda miliki akan bisa cukup untuk memnuhi kebutuhan Anda. Kalau ilmu yang ini belum dikuasai, maka berapapun penghasilan Anda akan tetap kurang dan nombok di akhir bulan.
Sedemikian pentingnya ilmu kuda-kuda ini sehingga bila seseorang sungguh-sungguh ingin menguasai ilmu menjadi kaya, maka yang perlu dipelajari pertamakali adalah ilmu pengendalian uang ini.
Jurus penghasilan
Setelah mempunyai dasar pengelolaan uang yang cukup baik (dibuktikan dengan cukupnya penghasilan Anda dan bebas hutang), maka ilmu berikutnya yaitu jurus pukulan dan tangkisan baru layak dikuasai. Ilmu ini adalah berbagai kiat untuk bisa menghasilkan ‘massive income’, yaitu pendapatan yang besar, yang bisa menyisakan tabungan setelah dikurangi dengan keperluan rutin sehari-hari. Ada berbagai kita, ada berbagai jurus, ada berbagai jenis pukulan sakti yang bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan yang besar. Setiap orang tentunya perlu mempunyai satu dua jurus pamungkas, selain jurus-jurus standar dalam mencari penghasilan.
Apakah dalam pekerjaan Anda sekarang, Anda sudah punya jurus pamungkas? Kita bisa evaluasi dengan seberapa cepat dan sering kita bisa mendapatkan penghasilan yang relatif cukup besar. Kalau selama ini penghasilannya relatif stabil (dan kecil), berarti belum menemukan jurus sakti pamungkas.
Tenaga dalam investasi
Puncak dari ilmu silat akhirnya adalah tenaga dalam. Percuma juga punya kuda-kuda yang benar, jurus yang bagus, tapi tidak punya tenaga dalam. Tenaga dalam di keuangan adalah ilmu invetasi yang akan memberikan Anda penghasilan pasif. Ini seakan-akan membangun tenaga dalam yang akan membuat silat Anda makin dahsyat. Ini juga seakan ilmu pernafasan menyimpan nyawa, yang akan membuat Anda bisa bangkit kembali setelah kalah telak dalam sebuah pertempuran.
Ibaratnya, andai Anda mendapat musibah berupa PHK, atau mengalami sakit dan kecelakaan, atau memang pensiun, maka penghasilan dari investasi inilah yang akan menyelamatkan Anda. Ibaratnya, setelah makin tua dan fisik makin lemah, maka pesilat tangguh akan tetap hebat jika memiliki tenaga dalam yang hebat.
* * *
Jadi kita perlu memiliki 3 ilmu sekaligus, yaitu kuda-kuda, jurus sakti, dan tenaga dalam. Urutannya pun demikian. Mula-mula pelajari dulu hingga mahir tentang kuda-kuda kendali uang. Kemudian tingkatkan untuk menguasai jurus sakti penghasilan. Lalu amankan hari tua Anda dengan menghidupkan tenaga dalam investasi.
Ya, kira-kira begitulah!




Bagaimanakah cara mengelola uang dengan baik?
Comment by aa sutandi — February 19, 2007 @ 5:26 am
Subhanallah, suatu rangkaian kata-kata yang mengharuskan orang-orang untuk membaca, karena didalamnya banyak sekali manfaat bagi orang yang membacanya.
TERIMA KASIH BANYAK ATAS TULISANNYA.
Comment by Rahman Sopiadi — April 3, 2007 @ 8:41 pm
uanga memang barang yang amat penting, namun bagaimana cara mengatasi dari menggunakan uang itu untuk hal yang kurang penting seperti main game, jajan. dll?.soalnya asiiiiiiiiiiik
Comment by Zaini — April 7, 2007 @ 7:26 pm
kiat kiat yang amat menarik akan tetapi akan lebih baik jika di berikan penjelasan yang lebih gamblang dari materi yang ada sehingga pembaca bisa lebih mudah mengaplikasikannya
Comment by choirul — May 8, 2007 @ 12:37 pm
Unik juga tulisanya, tapi T.O.P.B.G.T,klau boleh ditambahin jurus terakhir: mengajarkan. Dalam arti memberi yg udah didapatkan. Bukannya semakin banyak memberi akan banyak menerima, semakin banyak memberi…kemudahan akan selalu mengiringi. Bukan hanya memberi materi lho…jenengan kasih ilmu sama juga memberi kan? semoga akan semakin bayak menerima……Amien.
Comment by KhamShe — May 19, 2007 @ 4:01 am
saya setuju dengan ilmu bahagia dengan uang ini,tapi yang terpenting dalam ilmu mendapatkan uang tetap dengan prinsip kejujuran atau dengan kata lain mencari uang dengan usaha yang layak sesuai dengan norma yang ada.
Comment by gungde — June 15, 2007 @ 1:27 am
Hi. i am interasting with tenaga dalam . ? i need information about tenaga dalam. How can i learn it ? , How long can i learn it? … and more questions. can you help me ?
Comment by Serkan_TURKEY — March 6, 2008 @ 9:36 pm
teruslah terfokus pembahasan kepada UANG dengan cara yang positif. Karena anda hanya akan mendapatkan sesuatu yang anda terfokus padanya.(The secret Book) . Salut pada tulisan anda membuat saya sering tersenyum. Sodaqta yaa Akhii…thank’s for every thing you give..God Bless You
Comment by Ir.Haryo W Pangarso — May 26, 2008 @ 3:05 am
teruslah terfokus pembahasan kepada UANG dengan cara yang positif. Karena anda hanya akan mendapatkan sesuatu yang anda terfokus padanya.(The secret Book) . Salut pada tulisan anda membuat saya sering tersenyum. Sodaqta yaa Akhii…thank’s for every thing you give..God Bless You
Comment by Ir.Haryo W Pangarso — May 26, 2008 @ 3:07 am
Uang! Uang! Hanya uang yang ada dalam otak kalian! Kalian bertingkah seperti KAFIR BULE yang hanya memikirkan uang dalam hidup. Uang tidak akan membawa kalian ke surga! Sholat, Zikir dan BACA MAJALAH HIDAYAH, itu yang akan membawa kalian ke surga!
Comment by RIDWAN MALIK (PEMRED HIDAYAH) — July 12, 2008 @ 6:19 am
Bung Ridwan , komentarmu menggelikan
Hehehe uang bukan segala-galanya tapi segalanya butuh uang
kita bersedekah perlu uang juga kan hayya, mmg mau fakir miskin dikasi daun, sorry
Comment by Agus Rambe — August 29, 2008 @ 9:19 am
Tulisan yang bagus..thanks..
@Pak Agus, jangan terpancing, banyak orang mengatasnamakan ustadz dsb, dengan comment2 yang keras, itu tulisan orang tak bertanggung jawab untuk meyakinkan orang bahwa Islam itu keras dsb. Waspada aja.
Comment by Hari — November 14, 2008 @ 12:51 pm
Assalamu ‘alaikum, wr. wb.
membaca komentar yang mengatasnamakan Ridwan Malik (Pemred Majalah Hidayah) seperti tertulis di komentar nomor 11, dengan ini, saya Ridwan Malik Pemimpin Redaksi Majalah Hidayah, merasa tidak pernah memberi komentar seperti di atas. Saya yakin ada orang tertentu yang mengaku-ngaku memakai nama saya jusrtu untuk memberi kesan yang jelek tentang saya. Saya sendiri tidak mengerti apa maksud dan motif orang tersebut. saya mengetahui nama saya ada di sini krn saya iseng mencoba mencari nama Ridwan malik lewat google, ternyata ada nama saya di beberapa blog atau website. Atas perhatian Anda saya ucapkan terima kasih. Wassalam.
Comment by Ridwan Malik — December 17, 2008 @ 3:53 am
mas khoirul ? kontennya bagus2 ya, kalo nda keberatan boleh nda sy copy ke blog sy…
Comment by sularmo — June 23, 2009 @ 6:47 am