Financial Happiness

November 22, 2006

Financial Happiness Model

Mari kita mulai dengan sebuah model. Model sangat penting untuk memudahkan pemahaman.

model

Model ini menunjukkan kondisi keuangan seseorang. Sumbu mendatar, menunjukkan kemampuan kendali atas uang. Ada orang yang uangnya terbatas, ada yang longgar (merdeka). Pada sumbu ini indikatornya adalah rasio kemakmuran (wealth ratio /WR). Batas kedua kondisi adalah WR>=1. Penjelasan tentang WR ini dapat dipelajari pada artikel Lompatan Kuantum kekayaan.

Selanjutnya sumbu vertikal adalah sumbu nilai spiritual dari uang. Indikator pada sumbu ini adalah banyaknya porsi sedekah dari kekayaan yang dimiliki (Giving Ratio/ GR). Tentang pentingnya sedekah untuk mencapai kebahagiaan dapat dipelajari pada artikel Seni Bersedekah. Batas kedua kondisi adalah porsi sedekah mencapai 10% penghasilan (GR>=0.1).

Dari model tersebut dapat digolongkan ada 4 kondisi keuangan seseorang.

Kondisi pertama adalah mereka yang mengalami GAMANG FINANSIAL (Financial Uncertainty), yaitu ketika uangnya pas-pasan, dan merasa sempit dalam hidup ini.

Kondisi kedua adalah mereka yang sudah longgar keuangan dan mencapai BEBAS FINANSIAL (Financial Freedom), yaitu mereka yang pendapatan pasif (passive income) sudah menutup biaya hidup, sehingga tidak perlu lagi pusing cari uang. Namun belum tentu orang semacam ini merasakan bahagia.

Kondisi ketiga adalah mereka yang mencapai DAMAI FINANSIAL (Financial Peaceful), yaitu mereka yang terbatas keuangan namun merasakan hidup yang bermakna.

Dan kondisi keempat adalah yang mencapai BAHAGIA FINANSIAL (Financial Happiness), yaitu memiliki keberlimpahan uang dan merasakan hidup yang bermakna secara spiritual.

Saya yakin, kombinasi antara kemampuan menghasilkan pasif income, dan kerelaan untuk berbagi (sedekah) adalah kunci mencapai kabahagiaan finansial.

Perlu juga dicatat, bahwa boleh jadi tidak semua dari kita akan sempat mencapai Bebas Finansial, namun insya Allah semua diri kita bisa mencapai Damai Finansial.

Selanjutnya bagaimana untuk mencapai Damai Finansial, Bebas Finansial, atau Bahagia Finansial itu?

Mari kita gunakan kerangka pikir (framework) SEPIA.

Lima langkah SEPIA meraih kebahagiaan finansial :

  1. benar memandang uang (SQ)
  2. yakin penggunaan uang (AQ)
  3. obyektif menilai uang (EQ)
  4. cerdik mengelola uang (PQ)
  5. pintar menghitung uang (IQ)

Dengan menggunakan 5 kecerdasan SEPIA itu kita bisa bertindak secara bijak dan cerdik untuk meraih Bahagia Finansial.

Konsep - khairul @ 10:13 am

5 Comments »

    Gravatar Image
  1. Alhamdulillah, sekali lagi SEPIA mendobrak ide brilyan dengan menggabungkan kebebasan finansial dengan keberkahan harta (giving ratio) sehingga mucul konsep bahagia finansial (financial happiness).

    Secara tematik konsep bahagia finansial merupakan implementasi meraih bahagia dunia dan akhirat melalui sisi pendapatan pasif dan amal pasif.

    4 kuadran mencerminkan posisi individu saat ini dan perubahan yang dikehendaki di masa datang (dynamic opportunities) dengan capaian tertinggi kuadran bahagia finansial dan terendah gamang finansial.

    Kedua kuadran tsb plus kuadran bebas finansial dapat dicerna dengan konsep yang jelas dan aplikatif, namun Kuadran yang masih menjadi tanda tanya adalah kuadran damai finansial? Apakah ukurannya kuantitatif? Atau dengan kata lain, apakah memberi ukurannya dalam satuan moneter secara eksplisit? Bukankah kuadran gamang finansial merupakan kombinasi tidak bebas secara finansial (terhimpit hutang) dan hidup hampa atau kurang bermakna (pelit, kurang suka bersedekah dan lemah amalan baik lainnya). Dan damai finansial menapak hidup lebih bermakna tapi tetap tidak bebas secara finansial (WR masih kurang dari 1).

    ::: Benar sekali Pak Syarif! Memang damai finansial adalah kondisi dimana WR<1. namun bukan berarti kita pasti sedang berhutang. Justru kiat yang perlu kita tempuh adalah bagaimana kita bisa bebas hutang (kecuali ‘good debt’, yaitu hutang baik untuk sesuatu yang produktif). Jadi damai finansial memang belum bebas finansial, tapi sudah merdeka dari ‘bad debt’, hutang buruk yang mencekik jiwa. :)

    Comment by @Syarif — November 26, 2006 @ 1:45 am

  2. Gravatar Image
  3. Pak khairul yth…
    Bagaimana caranya membebaskan diri dari bad debt…kalau menurut model kondisi keuangan saya termasuk Gamang Financial, selalu merasa kurang.apalagi kalo lagi gajian..merasa lebih pusing…Tapi hidup ini mengalir terus…saya orangnya cepat merasa iba dan tidak tega..kalau ada seseorang/tetangga pinjam uang..atau minta uang untuk keperluan yg penting…tapi saya yakin semua itu ada balasan dari Allah SWT..jadi saya merasa sbag DAMAI FINANSIAL..Bagaimana menurut pak khairul..

    ::: Islam mengajarkan agar tidak kikir, juga tidak boros. Meminjamkan ke tetangga juga ada porsinya, karena ada hak di situ untuk keluarga kita juga. Salah satu kunci awalnya adalah ‘penganggaran’ (budgeting). Untuk bad debt, sisihkan minimal 10 persen penghasilan untuk mengangsur. Insya Allah, dengan niat kuat untuk mengembalikan hak orang lain, kita akan dimudahkan jalannya oleh Allah. Tentu saja jangan nambah bad debt baru. Untuk tetangga, ada seorang teman saya punya prinsip, daripada meminjamkan uang banyak kepada tetangga (yang berakibat kita sendiri ikut susah), maka dia memilih membantu tunai secukupnya, lalu mendoakan tetangga itu. Misalnya, suatu ketika warung di depan rumahnya kemalingan, lalu pemiliknya mau pinjam uang untuk modal sekitar 1,5 juta (kalau tak salah). Kebetulan dia juga sedang nggak punya uang. Maka dia bantu saja (kalau tak salah) 200 ribu, tunai, sebagai sedekah. Itu contoh solusi yang teman saya lakukan.

    Comment by Indra Gunawan — December 20, 2006 @ 5:51 am

  4. Gravatar Image
  5. Subhanallah, saya menemukan pencerahan yang sangat bagus di blog ini.

    Comment by Hardi — February 18, 2007 @ 12:01 pm

  6. Gravatar Image
  7. Subhanallah! saya setuju dengan anda. trims!

    Comment by firmana — May 8, 2007 @ 5:22 pm

  8. Gravatar Image
  9. Memang benar apa yang antum sampaikan. Semoga orang-orang muslim dijaga hartanya dengan ilmu meminij. syukron katsir….

    Comment by suhari — February 17, 2008 @ 7:20 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

FEEDBACK: Topik apa yang paling menarik bagi Anda?
kiat mengelola keuangan
kiat menambah penghasilan
kiat investasi

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here

SM Stats